Minggu, 19 Februari 2017

Bukit Bulu-Batu Flower Garden, Coban Rais, Batu



Agenda kantor hanya shelving buku karena perkuliahan akan kembali dimulai senin lusa. Kebetulan adik saya sedang berlibur ke Malang, jadi paginya saya ajak untuk mengantar kiddos naik motor. Shelving hanya memakan waktu sampai jam 10 saja. Niat hati sudah ada bahwa ingin mengajak adik plesir ke Batu. Banyak tempat yang belum dikunjungi yang menjadi hits di instagram. Itung-itung saya juga nyari temen dan nyuri waktu buat liburan tipis-tipis. Kadang kalo sudah di rumah, gak ada waktu buat mikirin liburan. Weekend ribet ama urusan rumah, dan tentunya perjalanan ke Batu juga macet. Pilih aman di rumah sajalah. Quality time ma keluarga.

Sebelum cuuus ke Batu, sempet tanya ama mb Jule si empu Blog Punya Jule tentang Kebun Bunga Matahari. Saya tau info itu dari http://www.juleebrarian.com/2017/01/hangatnya-bunga-matahari-di-peternakan.html yang dishare di facebook. Keinginan dan rencana ternyata berbeda. Kebun Bunga Matahari beralih menjadi rencana selanjutnya. Pas di jalan ketemu palang arah Coban Rais menunjukkan belok kiri. Tanpa banyak pertimbangan, "Yuk dek, kita ke Coban Rais aja". Adek saya pun seketika kaget dan ragu, "Mbak tau tempatnya?". "Enggak sih, belum pernah kesana malah". Mengikuti kelok-kelokan jalan yang sepi nan halus mulus. Akhirnya sampai juga di tujuan.

Dengan membayar tiket masuk 1 orang 10 ribu, dan parkir motor 3 ribu rupiah. Ternyata tidak langsung ke tempat wisata. "Ini spot wisatanya apa mbak?", tanya adekku saat turun dari motor. "Enggak tahu, jalan ajalah ngikutin orang-orang di depan (ada rombongan keluarga siap mau ngadain pemotretan Pregnancy Moment).

Lumayan buat olahraga jalan kaki, ketemu spot pertama "Ayunan Maut". Gimana gak maut?? Tuh ayunan ada di pinggir jurang, terbuat dari kayu bukan besi kayak di TK. Terus saat berayun, setengah lintasannya ngawang di atas jurang. Sereeem!! But it is safety kok. Lhaah kok bisaa?? Tenang.. saat kamu berayun, badanmu diiket ama tali versi tali tambangnya anak PA (pecinta alam). Jadi aman, terus kamu juga dapet angle potret yang okeh coz udah disiapin mas/mbak fotografernya. Biaya masuk spot ini 10 ribu dapet 3x jepretan dan ambil 1 foto terkece kamu. *gak ada foto untuk mendeskripsikan ayunan maut, karena saya takut ketinggian.


Lanjut ke spot kedua, Jurang I LOVE U. Ini papan kayu dibentuk huruf I, Love, dan U. Tengahnya diberi sekat, jadi gak nempel. Spot ini cocok banget untuk ngungkapin cinta, gak cuma ke pasangan, buat Mama, foto bareng keluarga, dan selfie disini mantap jiwa. *gak ada foto yang mendeskripsikan spot ini karena antriannya masya Allah, dan semua ada pasangannya.

Spot ketiga, Bukit Bulu-Batu Flower Garden. Disini ada bukit bunga diatas bukit, dengan latar belakang Gunung Panderman. Disekelilingnya ada spot Hutan Pinus (tarif 10 ribu) dan jurang LOVE nya aja. Bayar 25 ribu dapet 2 spot ini (LOVE dan bukit bunga).


Bukit Bulu


Ada alas tidur yang bersusun bergelatung di atas pohon dengan ketinggian 100 kaki dari tanah. Namanya Hammock Camp. Saya tidak mengunjungi karena sama halnya dengan penjelasan ayunan maut tadi. Jadi mohon maaf jika tidak menginformasikan tarifnya.

Yang paling berkesan ke Coban Rais adalah track menuju ke waterfall nya. kurleb 1 jam perjalanan dengan menyusuri sungai. Jalur ke air terjun membutuhkan fisik yang fit. Benar hanya berjalan, tapi keseruan muncul saat menemui jalur setapak tinggal separuh atau menyeberangi sungai kecil yang dingin airnya seperti kaki dicelupkan kedalam es batu. Kaku seketika. Jalan tanah sempit yang menanjak, merambat jalan di bebatuan licin, jika tengok ke bawah aliran sungai ang cikup deras. Huwaaah, bikin tangan saya keringetan dan kaki saya lemas. Untung ada adek, jadi dia yang membantuku dan menyemangatiku. Saya memutuskan untuk balik badan sebelum mengakhiri perjalanannya menantang dan melelahkan ini. karena track di depan saya sudah menciutkan adrenalin. Tinggi sekitar 2 meter, berbatu dan licin, seperti menaiki anak tangga yang terbuat dari batu yang tidak beraturan dan dialiri leh debit air sungai. Saya takut tergelincir. Secara saya hanya berdua dengan adik saya, tanpa ada laki-laki yang membantu. Rasanya saya patah semangat.
Sudah cukup refreshing kali ini. Cukup membuat memori menegangkan sekaligus cerita yang tidak tamat.


Sabtu, 18 Februari 2017

Rumah Pintar Cakra Cendekia

Petang sudah, saat pulang kerja seusai lembur.. suami dan anak-anakku menemaniku di kantor. Tiba di rumah, suami saya mengatakan bahwa besok sekolah anak-anak akan mengadakan Outing Class. Segera saya mencari surat pemberitahuan dari tempat penitipan anak-anak saya di dalam tasnya. Sekolah mengharap anak-anak tiba lebih pagi dan sudah sarapan di rumah. Dresscode berangkat ke tempat tujuan orange dan blue, membawa baju ganti, membawa bekal berupa makanan ringan, serta memakai topi.

Saya baca, tempat tujuannya adalah Rumah Pintar di Karangploso, Malang. Heeemm.. dimana itu ya?? Wisata baru kah?? Sampai-sampai saya tidak tahu lokasinya atau memang belum familiar??. Saya ambil handphone, lalu search di google. Ternyata nama tempat tujuannya adalah Rumah Pintar Cakra Cendekia Yonkes 2/2 Kostrad.

Di depan sekolah, anak-anak dijemput truk tentara sebagai akomodasi mereka. Dari kejauhan, anak-anak berbaris rapi dan tampak seragam memakai baju atasan berwarna orange. Didampingi para bunda pengasuh, anak-anak 1 per 1 naik masuk ke dalam truk. Lambaian tangan tanda keberangkatan pun riuh. Tak sabar saya menunggu cerita dan foto yang akan dikirimkan bunda pengasuh via whatsapp selama berada disana.

Ting..tung..ting..tung.. bunyi whatsapp saya saat ada pesan masuk. Senyum sendiri melihat foto mereka. Banyak hal yang diberikan oleh Bapak-bapak Tentara untuk mengasah keterampilan anak-anak. Disambut dengan acara mendongeng, memberi makan kambing, menangkap ikan  (basah-basahan), menanam bibit lombok (kotor itu belajar), menaiki tangga, merangkak masuk lingkaran ban.. banyak banget keseruan-keseruan di Rumah Pintar tersebut. Sebagai rewarding karena anak-anak sudah melewati berbagai kegiatan, Rumah Pintar meberikan puding/es krim olahan sendiri.
kegiatan di Rumah Pintar

Setelah puas main-mainya, mereka minta pulang. Hehehe.. mungkin mereka sudah lelah, ingin tidur siang di sekolah. Sampai ketemu Bunda nanti sore sayang 


Kamis, 16 Februari 2017

Barokah, bunganya banyak

Lihat kalender bulan Februari ini tidak ada tanggal merah.
Yaaaah.. sudahlah. Memang bulan ini full kerja dan jadwal baru buat lembur.

Di TV marak disiarkan pilkada serentak se-Indonesia di 101 kota. Tapi untuk Kota Malang tidak. Mengejutkan!!tersiar berita, Bpk Presiden Jokowi mencanangkan Libur Nasional tanggal 15 Februari. Alhamdulillah..

Begitu di kantor beredar SK Presiden tentang Libur Nasional, langsung aja sms suami merencanakan liburan sehari. Yes, kita akan ke Museum Angkut. Secara Luqman seneng banget ama mainan mobil-mobilan, terus disana nanti bakal naik perahu. Kebayang sudah senengnya. Dimana diperkirakan Batu bakal sepi dari turis lokal karena Batu ada pemilihan CaBup-CaWaBup. 


Selasa malam seperti biasa, kegiatan Momi-Momi perumahan adalah mengaji. Ustadzahnya masih muda, lagi hamil tua. Selesai mengaji, nyeletuk kalo Ustadzah pengen beli bunga buat isi tamannya. tapi gak tau beli bunga dimana, yang penting pilihannya banyak. Ide brilian mb Ochi langsung menimpali. "Gimana kalo kita besok (rabu) ke Batu buk, saya tau tempat yang murah dan banyak pilihannya, nanti kita juga bisa beli potnya sekalian, terus media tanamnya juga". Wajah ustadzah sumringah denger mb Ochi orasi kayak CaGubnya DKI.

Dalam hati, Waduuuh! bakal ganti haluan nih. Aku pikir boleh juga, aku juga belum pernah kesana. Naluri perpempuanku, mengiyakan ajakan mb Ochi dan ustadzah.


Rabu pagi, segera anak-anak bangun tidur, mandi, dan sarapan. Hemmmm.. berjalan mulus karena bakal jalan-jalan. Jam 9 tet, siap berangkat menuju TKP. Lewat Jalur Lingkar Barat yang belum terjamah oleh padatnya lalu-lintas, melintasi wisata Coban Rais, Kebun Bunga Matahari,  Agro Kusuma, Museum Angkut, Sepanjang jalan, kiri-kanan menuju Selecta, banyak yang jual bunga - tanaman hias. Waaaah.. cuci mata gak harus ngeMall. Liat yang ijo-ijo begini juga bikin fresh mata. 

Kalo tidak salah, 1 Km sebelum Selecta ada toko bunga "Barokah". Pelbagai macam bunga dan tanaman hias ada disana. Mawar jambe, pohon natal, bambu air, wijaya kusuma, kaktus/sukulen ; media tanam seperti pupuk, obat penyubur daun, pembunuh penyakit ; pot (keramik, tanah liat, plastik berbagai macam ukuran). Harga tanamannya bervariasi 1 polibag bisa mencapai 1000 rupiah hingga ratusan ribu. Pot bunganya juga demikian. kalo pintar milih, pot keramik tidak hanya sebagai tempat tanaman tapi juga hiasan ruangan. Bisa ngebayangin gak, kalo anda membeli kaktus kecil-mungil, lalu diletakkan di dalam pot keramik putih ada aksen gambar bambunya. Lalu, letakkan di meja ruang tamu. Menarik bukan?!!


Toko bunga satu ini amatlah luas. Dari jalan raya yang terlihat kumpulan bunga puotong seperti crysant, bunga mawar, kaktus, dan tanaman gantung cocok untuk gazebo. Tapi jika anda parkir mobil (4000 rupiah) dan masuk ke dalam. Wuiiiih.. mata anda akan dimanjakan dengan aneka tanaman. Yang menarik mb Ochi adalah kaktusnya. Dan ternyata, toko ini punya sekelumit taman kaktus yang aduhai. 

Sapa tau bakal jadi viral di sosmed. Dan rezeki toko ini bisa tambah Barokah.. aamiin












Cooking class

Hari ini 2 anak laki-laki saya, Luqman (33 bulan) dan Aushaf (17 bulan) mengikuti kegiatan "Cooking Class" membuat roti kukus di TSA Samuphahita Malang.

2 hari sebelumnya para Mama diingatkan oleh bunda-bunda pengasuh untuk membawa bahan. 1 resep roti kukus dibagi ke beberapa anak. Tidak memberatkan, 1 anak ada yang membawa setengah kilo tepung terigu, 2 butir telur, 1 botol kecil minuman soda, pewarna makanan, dan meses.

Kegiatan tersebut dimulai pkl. 09.00 wib. Setelah sarapan pagi, anak-anak menyerahkan bahan bawaanya kepada bunda. Dikumpulkan jadi 1, namun disendirikan menurut pembagiannya. Semua bahan siap.. dan anak-anak secara bergiliran memasukkan bahan roti kukus ke dalam wadah. Luqman mendapat giliran menambahkan gula, Aushaf juga.

Dalam wadah besar, bunda Vivi menggunakan mixer untuk memcapur semua bahan menjadi adonan. Adonan tersebut dibagi menjadi 4, dan diberi pewarna makanan. Ada merah, biru, hijau, dan kuning. Tidak hanya belajar memasak, tapi juga pembelajaran mengenai pengenalan warna bagi Aushaf.

Cetakan roti kukus telah disiapkan, dan anak-anak bergantian menuangkan adonan berwarna-warni tersebut kedalamnya. Kreasi warna roti kukusnya terserah anak-anak. Mereka bebas mencampurnya. Lalu diatas adonan itu, ditaburi meses.

Eiiits.. belum selesai sampai disitu. Namanya juga roti kukus, jadi cara memasaknya yaa dikukus. Menunggu 30 menit, sambil membereskan wadah kotor dan cuci mixer.

Taraaaa... roti kukus pelangi bikinan anak-anak sudah matang. Siap disantap atau dibungkus plastik untuk oleh-oleh Mama dan Ayah di rumah.

Aushaf menuangkan gula
Luqman mencetak adonan
Roti kukus pelangi



Komunikasi Orang Tua dengan Anak

💗 Tips Berkomunikasi Dengan Anak 💗 "Hallo mas Luqman", sapaku saat dia bangun tidur pagi. Saat dia mencariku di dapur ...